setelah hijrah ke madinah, umat islam berkonsolidasi . perlahan tapi pasti, keberadaan umat islam pun semakin di perhitungkan . jumlah orang yg memeluk islam dari hari ke hari semakin bertambah . kedudukan umat islam pun semakin kuat , apalagi setelah Rasulullah saw membangun kekuatan militer .
mmelihat perkembangan yg begitu pesat, tentu saja orang orang kafir quraisy cemas . sikap mereka seperti orang yang kebakaran jenggot dan mulai resah , sebab kekuatan umat islam dapat mengancam kedudukan dan pengaruh mereka .
tersiar kabar kalau tokoh tokoh kafir quraisy mengendalikan para remaja . mereka sedang mempersiapkan pasukan untuk menghancurkan umat islam . merespon kabar tersebut Rasullullah saw mengajak orang orang muslim , terutaama para pemuda , turut bergabung bersama pasukan muslim . mereka akan dikirim ke badar untuk menghadang pasukan kafir quraisy .
seruan Rasulullah saw mendapat sambutan hangat . orang orang muslim sangat antusias , dengan semangat berapi api , mereka menyambut seruan jihad . sebut saja dua orang di antara mereka , khaitsamah dan sa'ad bin khaitsamah .
LIKE FATHER LIKE SON , semangat jihad ayah dan anak ini begitu menggebu gebu . mereka berdoa tidak ingin kehilangan kesempatan bergabung dengan pasukan muslim , tetapi yg menjadi asalh adlah tidak ada yg menjaga keluarganya apabila kedua tulang punggung keluarga ini berangkat .
baik Khaitsamah maupun Sa'ad bin Khaitsamah , keduanya tidak mau mengalah . Mereka sama sama bersikeras ingin berjihad fi sabilillah dan sama sama ingin menegakkan kalimah ALLAH di muka bumi .
"Anakku , ayah akan bergabung dengan pasukan muslim . Ayah akan berperang membela Allah dan Rasulnya . kamu tinggal di rumah saja . jaga Ibu dan adikmu ." demikian suatu ketika khaitsamah mengawali perbincangan dengan sang anak .
"tidak ayah , sebaiknya , ayah saja yg tinggal di rumah . biarkan aku yg pergi berjihad ."
"mengapa begitu ?"
"semangat jihadku sangat menggebu dan keinginanku untuk berjihad lebih besar daripada keinginan ayah . jadi , sebaiknya ayah saja yang tinggal dirumah ."
kahitsamah mulai kesal dengan sikap sang anak yg tidak mau ngalah .
"Anakku , kamu tidak boleh menentang dan harus menuruti apa kata ayah !"
"sudahlah , ayah . Inikan aku pergi berangkat bersama Rasullullah saw," jawab Sa,ad tetap tidak mau mengalah ."kamu memang keras kepala ! seharunya, kamu menaati perintah ayah ! "
"Allah mewajibkan umat islam , termasuk aku untuk berjihad . Rasulullah saw berseru kepada umat islam untuk bergabung dengan pasukan Muslim . Sementara itu , Ayah menyruhku melakukan hal yg berbeda . jelas, perintah ayah bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-nya . Apakah ayah ridha punya anak yg mendurhakai Allah dan Rasul-Nya ?"
"Anakku ayah sudah , dan kamu masih muda , kamu masih memiliki banyak kesempatan ."
"Tidak ayah ,segala kemungkinan bisa terjadi." ujar Sa'ad sengit .
setelah sekian lama beradu mulut di sepakati untuk mengadakan undian . pemenang akan berangkat ke medan perang , sedangkan yg kalah harus menjaga keuarga di ruamh . cara ini dipandang adil bagi kedua belah pihak .
akhirnya Sa'ad memenangkan undian . hati Sad dan begitu bahagia mendapat kesempatan berjihad .
lain halnya denagn khaitsamah , roman mukanya memang menunjukkan kesedihan , tetapi jauh di lubuk hati, dia begitu bahagia melihat semangat juang sang anak .
kemudian , sa'ad berkemas kemas . sebelum pergi dia memohon doa restu kepada sang ayah untuk berangkat bersama pasukan Muslim .
perang masih berkecamuk , suara pedangg beradu begitu seru . teriakan serdadu memekakkan telinga . hujan anak panah membuat kecut hati orang orang penakut .tampaknya , perang akan berlansung lama dan belum ada tanda tanda akan segera berakhir .
suatu waktu , khaitsamah sedang duduk di teras rumah , tiba tiba seseorang datang dengan napas tersengal sengal . orang tiu menyampaikan sebuag kabar bahwa sa'ad telah gugur di medan perang sebagai syuhada . saudara saudara sa'ad pun berduka , tetapi khaitsamah tersenyum dan bersyukur karena kesyahidan sa'ad merupakankebanggan baginya .
Giliran khaitsamah berangkat ke medan perang . sampai di lokasi dia langsung menghadap Rasulullah saw dan mengatakan keinginannya untuk bergabung bersama pasukan Muslim . namun rasullullah saw tidak memberikannya izin . alasannya , sa'ad baru saja meninggal dunia dan tidak ada lagi yg menjaga keluarganya kelak .
mendengar penolakan, itu khaitsamah menangis .
"ya rasulullah , saya ingin sekali terjun ke medan perang tempur . keinginan ini tidak terwujud karena saya kalah undian dengan anak saya . saya ingin menyusulnya kesurga ."
'' kau begitu bersemangat , saya tidak boleh menolak . "
"ya rasulullah , kemarin saya bermimpi berjumpa dengan sa'ad . sa;ad tersenyum dan berkata ,' ayah harus menemaniku di surga . lihat ayah , aku telah mendapat kan janji Allah .' demi allah , saya rindu kepada anak saya . saya ingin menemaninya di surga ."
usai bercerita khaitsamah mohon diri . kemudian dia menerobospasukan musuh . pasukan musuh cukup kocar kacir di buatnya . namun , malang tak dapat di tolak , sebuah anak panah menancap di dadanya khaitsamah menghembuskan nafas terakhir sebagai syuhada ..
sekian dulu ya ceritanya semiga bisa dijadikan pelajara kepada kalian :)
No comments:
Post a Comment